[ARTIKEL] – Pemanfaatan Media Sosial Dalam Program Banggakencana

(Oleh : Aprianto Parubak | Pranata Humas Ahli Muda | Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah)

 

Program Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Amanat ini tertuang dalam Pasal 1 ayat 8 Undang-undang nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Dalam pelaksanaannya, Program KB mengalami beberapa perkembangan. Untuk menjawab tantangan era milenial saat ini, pemerintah melaksanakan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Advokasi dan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang dilakukan secara intensif dan terarah serta tepat sasaran merupakan salah satu kegiatan kunci merubah sikap, perilaku dan sistim nilai. Informasi selalu dibutuhkan dan erat hubungannya dengan pelaksanaan Program Bangga Kencana, baik bagi masyarakat, maupun para pengelola program. Oleh karena itu sejak awal pelaksanaan Program KB tahun 1970 sampai sekarang dan bahkan waktu mendatang kekuatan informasi merupakan faktor kunci kelangsungan keberhasilan Program Bangga Kencana.

Kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat telah memberikan kemudahan dan menjadi faktor pendorong peningkatan kualitas kegiatan Advokasi dan KIE, dan kemudian harus diimbangi oleh kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang merupakan salah satu ikon penting kegiatan. Perlu disadari kondisi keterbatasan SDM pelaksana Program Bangga Kencana di Lini Lapangan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, sehingga perlu ditempuh upaya antisipasi agar pelaksanaan kegiatan Advokasi dan KIE tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya. Inventarisasi dan identifikasi tenaga pelaksana yang siap pakai secara kualitatif perlu dilaksanakan sehingga dapat membantu dalam menentukan kebijakan, disamping memberikan pelatihan teknis operasional yang tepat sasaran.

Pada penggunaan sarana modern, faktor SDM pelaksana Advokasi dan KIE menjadi sangat berperan mengingat secanggih apapun peralatan yang disediakan, tidak akan berfungsi optimal apabila para pelaksana tidak memiliki kemampun sepadan. Kemampuan mengoperasionalkan peralatan, penyusunan materi, kreativitas serta inovasi sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan yang menjadi salah satu kunci keberhasilan Program Bangga Kencana ini.

Berbagai media dan cara telah dilakukan dalam menyampaikan informasi Program Bangga Kencana kepada masyarakat antara lain melalui KIE perorangan, kelompok, media sederhana, media tradisional, dan media massa serta lokakarya dan seminar. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kegiatan Advokasi dan KIE dapat ditempuh melalui beragam even kegiatan dengan memanfaatkan berbaga fasilitas teknologi seperti Mobil Unit Penerangan (MUPEN), radio, televisi, maupun internet yang memungkinkan diakses masyarakat secara lebih luas.

Dalam era milenial seperti sekarang ini penggunaan internet menjadi suatu kebutuhan yang cukup vital, seolah menjadi satu kebutuhan yang harus dipenuhi. Berbagai informasi dapat dengan mudah di akses secara digital melalui teknologi informasi seperti pada media online, baik itu melalui konten yang ada pada website, perpustakaan online ataupun media sosial.

Di tengah pandemi Covid-19, protokol kesehatan yang diterapkan tidak memungkinkan untuk tidak mengumpulkan banyak orang, media sosial seperti instagram dan facebook dan jenis media sosial lainnya menjadi salah satu solusi untuk tetap bersosialisasi dan berkreasi tanpa harus berkumpul dan berkerumun dalam suatu ruangan atau tempat. Pun demikian dengan sosialisasi Program Bangga Kencana, tetap harus dijalankan secara optimal agar tidak terjadi lonjakan angka kelahiran yang tinggi yang dapat memicu ledakan penduduk. Melakukan penyuluhan melalui media sosial menjadi salah satu pilihan yang tepat, dengan konten-konten yang mudah diterima masyarakat terutama yang menjadi sasaran sehingga proses sosialisasi program KB dapat tetap berjalan tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah. Sehingga, kegiatan penyuluhan yang memanfaatkan media sosial dengan melakukan update informasi terhadap materi-materi sosialisasi Program Bangga Kencana harus terus dioptimalkan karena penggunanya semakin meningkat.

Fenomena penggunaan media sosial di masyarakat dan mudahnya penggunaan media sosial diharapkan bisa meningkatkan layanan informasi dan mempermudah kegiatan penyuluhan. Para Personel Penyuluh Keluarga Berencana (Penyuluh KB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) serta Kader Keluarga Berencana (Kader KB) yang merupakan ujung tombak pelaksanaan Program Bangga Kencana yang berada pada lini lapangan, diharapkan dapat memanfaatkan keberadaan dari media sosial itu sendiri, bertukar informasi dengan personel dari daerah lain dengan lebih mudah dan lebih cepat. Penyuluhan yang memanfatkan media sosial dapat menjadi salah satu solusi yang baik untuk dapat terus berkomunikasi dalam menyampaikan informasi tentang Program Bangga Kencana kepada masyarakat tanpa harus berkumpul dan berkerumun dalam suatu ruangan atau tempat.

Media sosial juga telah menjadi cara baru masyarakat dalam berkomunikasi. Meninggalkan batasan waktu, tempat dan biaya. Perubahan media yang bersifat konvensional menjadi digital seperti ini bisa dimanfaatkan dalam kegiatan penyuluhan. Penggunaan media sosial sebagai media penyuluhan juga mengikuti perkembangan zaman yang ada. Perubahan ini menjadi sebuah tuntutan yang harus dilakukan untuk mengembangkan SDM Pengelola Program Bangga Kencana dari tingkat pusat hingga pada sektor lini lapangan.

PENGERTIAN, KARAKTERISTIK, FUNGSI, TUJUAN DAN JENIS MEDIA SOSIAL

Dilansir dari maxmanroe.com, media sosial menggunakan teknologi berbasis website atau aplikasi yang dapat mengubah suatu komunikasi ke dalam bentuk dialog interaktif. Philip Kotler dan Kevin Keller menjelaskan media sosial sebagai sarana bagi konsumen untuk berbagi informasi teks, gambar, video dan audio dengan satu sama lain dan dengan perusahaan dan sebaliknya. Marjorie Clayman mendefinisikan media sosial sebagai alat pemasaran baru yang memungkinkan untuk mengetahui pelanggan dan calon pelanggan dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin. Adapun M. Terry menyebut media sosial adalah suatu media Komunikasi dimana pengguna dapat mengisi kontennya secara Bersama dan menggunakan teknologi penyiaran berbasis internet yang berbeda dari media cetak dan media siaran tradisional.

Media sosial dapat dikenali melalui ciri-ciri yang dimilikinya. Berikut ini adalah beberapa karakteristik media sosial tersebut :

  1. Partisipasi pengguna. Semua media sosial mendorong penggunanya untuk berpartisipasi dan memberikan umpan balik terhadap suatu pesan atau konten di media sosial. Pesan yang dikirimkan dapat diterima atau dibaca oleh banyak orang. Sehingga sangat efektif digunakan untuk transfer informasi.
  2. Adanya keterbukaan. Sebagian besar media sosial memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk memberikan komentar, melakukan voting, berbagi, dan lain-lain. Pengiriman pesan dapat dilakukan dengan bebas tanpa harus melalui
  3. Adanya perbincangan. Kebanyakan media sosial memungkinkan adanya interaksi terhadap suatu konten, baik itu dalam bentuk reaksi ataupun perbincangan antar penggunanya. Dan penerima pesan bebas menentukan kapan melakukan interaksi terhadap pesan tersebut.
  4. Melalui media sosial, para penggunanya dapat terhubung dengan pengguna lainnya melalui fasilitas tautan (link)dan sumber informasi lainnya. Proses pengiriman pesan ke media sosial yang lebih cepat dibandingkan dengan media lainnya membuat banyak informasi terhubung dalam satu media sosial.

Setelah memahami pengertian media sosial dan karakteristiknya, tentunya kita juga perlu tahu apa saja fungsinya. Berikut ini adalah fungsi media sosial secara umum :

  1. Memperluas interaksi sosial manusia dengan memanfaatkan teknologi internet dan website.
  2. Menciptakan Komunikasi dialogis antara banyak audiens (many to many).
  3. Melakukan tranformasi manusia yang dulunya pemakai isi pesan berubah menjadi pesan itu sendiri.
  4. Membangun personal branding bagi para pengusaha ataupun tokoh masyarakat.
  5. Sebagai media komuniksi antara pengusaha ataupun tokoh masyarakat dengan para pengguna media sosial lainnya.

Seperti yang disebutkan pada definisi media sosial diatas, salah satu tujuannya adalah sebagai media Komunikasi alternatif bagi masyarakat. Berikut ini adalah beberapa tujuan menggunakan media sosial secara umum :

  1. Aktualisasi diri. Bagi sebagian besar orang, media sosial merupakan tempat untuk aktualisasi diri. Mereka menunjukkan bakat dan keunikan di media sosial sehingga dapat dilihat banyak orang. Tidak heran kenapa saat ini banyak artis berlomba-lomba untuk terkenal di media sosial mereka.
  2. Membentuk Komunitas. Komunitas online sangat mudah ditemukan saat ini, baik itu di situs forum maupun di situs sosial network lainnya. Media sosial menjadi wadah tempat berkumpulnya masyarakat online yang memiliki minat yang sama untuk saling berkomunikasi dan bertukar informasi atau pendapat.
  3. Menjalin hubungan pribadi. Media sosial juga berperan penting dalam aktivitas menjalin hubungan personal dengan orang lain secara pribadi. Ada banyak sekali pengguna media sosial yang menemukan Pasangan hidup, sahabat, rekan bisnis, di media sosial.
  4. Media pemasaran. Pengguna media sosial yang jumlahnya sangat banyak tentu saja menjadi tempat yang sangat potensial untuk memasarkan sesuatu. Bisnis online yang banyak berkembang sekarang ini banyak dipengaruhi oleh media sosial sebagai tempat promosi.

Saat ini ada banyak sekali jenis media sosial yang bisa kita temukan di internet. Selain jenis platformnya yang berbeda, jenis konten yang ada di dalam media sosial tersebut juga sangat beragam. Berikut beberapa jenis dari media sosial tersebut :

  1. Sosial networks. Atau juga biasa disebut jejaring sosial, merupakan jenis media sosial yang paling umum dikenal masyarakat dan paling banyak digunakan. Beberapa media sosial yang paling banyak digunakan saat ini adalah : YouTube, Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, dan lain-lain.
  2. Komunitas online (forum). Umumnya dibangun oleh perorangan atau kelompok yang memiliki minat pada bidang tertentu. Para pengguna forum tersebut dapat melakukan diskusi, chatting, dan memposting tentang topik yang berhubungan dengan minat mereka. Beberapa contoh Komunitas online adalah : kaskus.co.id, ads.id, brainly.co.id, indowebster.com, dan lain-lain.
  3. Situs blog. Termasuk dalam kategori media sosial, karena memungkinkan pemilik blog dan pembacanya untuk berinteraksi. Umumnya blog dibuat Berdasarkan minat atau keahlian si pemilik blog dan konten didalamnya dapat mempengaruhi banyak orang. Beberapa contohnya adalah : maxmanroe.com, sugeng.com, blogborneo.com, juragancipir.com, dan lain-lain.
  4. Social bookmark. Ide awal dari situs social bookmark ini adalah sebagai wadah bagi para pengguna internet untuk menyimpan alamat website yang mereka sukai. Namun, belakangan ini pengguna situs social bookmark mulai berkurang karena situs ini banyak digunakan untuk kegiatan spam. Beberapa contoh situs social bookmark yang popular yaitu : StumbleUpon, Reddit, Slashdot, diigo.com, scoop.it, dan lain-lain.

Kompetisi di era digital ini juga menjadi salah satu langkah untuk memenangkan kompetisi dengan negara lain. Tujuan utamanya tentu saja adalah kemajuan di sektor peningkatan kualitas SDM di Indonesia, dan daerah –baca : Sulawesi Tengah– pada khususnya. Masyarakat secara luas disini juga dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi agar tidak tertinggal dengan daerah lain. Manusia yang mampu adaptif dengan perubahan ini maka akan bisa bersaing, namun mereka yang konservatif justru akan semakin digerus perkembangan zaman. Begitu pula dengan Pengelola Program Bangga Kencana, dan tentu saja para Penyuluh KB serta Kader KB, harus bisa mengembangkan diri di era digital yang serba maju ini guna menjadi fasilitator yang bisa mengangkat harkat hidup bangsa dan Negara melalui core bisnis keluarga, karena Penyuluh KB merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana yang berada pada lini lapangan. ***

704 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *