Wow, TPK Sulteng Menjadi Pertama Dikukuhkan di Indonesia

Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah sudah membentuk 100% Tim Pendamping Keluarga sesuai target yang ditetapkan yaitu sebesar 2,484 Tim dan satu-satunya baru dikukuhkan di Indonesia.

TPK Sulteng dikukuhkan langsung oleh Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd yang ditandai dengan penyematan selendang kepada personil TPK yaitu Bidan, PKK, dan Kader BKKBN pada acara Diseminasi hasil Pendataan Keluarga 2021 (PK21), Selasa (7/12/2021) di Hotel Santika Palu.” Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur, karena Sulaweis Tengah telah terbentuk 100% sesuai dengan target yang ditetapkan yaitu sebesar 2.484 Tim,” ucapnya.

Secara nasional BKKBN menargetkan membentuk 200.000 TPK atau sekitar 600.000 personil. Dan saat ini sedang melakukan pelatihan agar memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam melaksanakan kegiatan pendampingan kepada keluarga, terutama kepada mereka yang memiliki potensi melahirkan balita stunting

Selama ini Indonesia telah berupaya keras untuk menurunkan prevalensi stunting. Pada tahun 2013, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 37,2% (Riskesdas 2013), 30,8% (Riskesdas 2018), dan 27,67% (SSGBI 2019).

Bahkan saat ini stunting di Indonesia no 4 di Dunia dan no 2 di ASEAN. Namun angka stunting di Indonesia, masih tergolong tinggi di atas ambang batas maksimal yang ditetap WHO (yaitu 20%). Begitupun Sulteng masuk dalam 10 besar nasional penyumbang anak stunting dengan prevalensi tinggi sesuai data SSGBI 2019 yang menunjukkan angka 31,26 %” Stunting harus kita cegah dan perlu dilakukan berbagai terobosan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *