Jajak Pendapat

Bagi umat Islam, bulan suci Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah. Namun demikian, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan tahun ini dijalani secara berbeda oleh keluarga muslim, khususnya umat Islam di Sulawesi Tengah akibat merebaknya pandemi virus korona. Untuk mengetahui penerapan nilai 8 fungsi keluarga di masyarakat di masa pandemi virus korona khususnya penerapan fungsi agama, maka Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah melakukan sebuah survei mikro. Survei dibatasi hanya pada penerapan fungsi agama pada keluarga muslim.

Bulan suci Ramadhan dalam anjuran agama islam sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas ibadah. Kebiasaan shalat berjamaah dan tadarus alquran dapat meningkat pesat. Namun ramadhan tahun ini, ditengah pandemi covid-19 mengharuskan masyarakat untuk tetap di rumah dan tidak kemana-mana jika tidak penting. Sehingga shalat berjamaah yang pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan di masjid, kali ini dapat dilakukan di rumah bersama dengan keluarga. Dari hasil survei menunjukkan setidaknya dua waktu shalat responden, yakni dzuhur dan ashar, mereka lalui di luar rumah, meskipun sebagian pekerja formal dapat melakukan pekerjaan mereka dari rumah masing-masing selama merebaknya wabah korona ini.

Sekaitan dengan itu pula, setidaknya hampir seperempat responden yang disurvei melaksanakan shalat berjamaah namun tanpa melanjutkan dengan tadarus alquran bersama. Hal ini dapat dimaknai tentang keinginan atau kesadaran masing-masing orang yang memang berbeda dalam melaksanakan ibadah di bulan suci ramadhan. Tidak menutup kemungkinan, bahwa setelah melaksanakan shalat berjamaah, mereka langsung kembali mengerjakan pekerjaan masing-masing.

 

Selain itu, meskipun berada di rumah, terdapat keluarga melakukan aktivitas ibadah mereka sendiri-sendiri. Kelompok ini berada pada angka 12 persen atau paling sedikit di antara responden lainnya. Dari survei ini menunjukkan bahwa anggota keluarga responden melakukan seluruh aktivitas mereka masing-masing termasuk shalat berjamaah dan tadarus alquran. Dapat pula dikatakan bahwa keluarga yang masuk dalam kelompok ini adalah mereka yang tingkat kesibukannya sangat padat. Artinya, meskipun di tengah pandemi covid-19 mereka tetap harus menyelesaikan pekerjaan seperti biasa atau bahkan lebih padat dan sibuk dari sebelumnya.

 

Kegiatan Sahur dan Buka Bersama

Selain shalat dan tadarus Alqur’an bersama, survei ini juga memotret tentang sahur dan buka puasa bersama. Sahur dan berbuka puasa bersama keluarga di rumah menjadi salah satu hal menarik yang umumnya dilakukan bersama dengan keluarga di bulan suci ramadhan. Selain untuk menciptakan kebersamaan dalam keluarga, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan cinta dan kasih sayang antara anggota keluarga dan akan menumbuhkan semangat dalam beribadah. Momen ini sekaligus menjadi salah satu metode pembelajaran bagi anak untuk membiasakan diri menjalankan ibadah puasa mulai dari usia dini.

Hampir semua responden menyatakan bahwa mereka sahur dan buka puasa bersama anggota keluarga dan hanya 4 persen yang mengungkapkan bahwa mereka hanya melakukan buka puasa bersama, tapi tidak sahur bersama. Hal ini bisa saja terjadi karena dalam beberapa keluarga atau keluarga tertentu, sahur memang dalam waktu tertentu tidak dilakukan bersama. Misalnya ada anggota keluarga yang sudah sahur terlebih dahulu, atau ada anggota keluarga lainnya yang terlambat untuk bangun sahur, pun juga ada anggota keluarga yang memilih untuk tidak sahur. Sehingga waktu sahur bagi beberapa keluarga bukanlah sesuatu yang mesti dilakukan secara bersama-sama dari awal hingga akhir ramadhan.

 

Nilai pembelajaran yang dapat dipetik dari kebiasaan ini adalah kedisiplinan dan kesabaran. Untuk aktivitas yang dilakukan bersama Keluarga di rumah, sebagian besar responden menyatakan melakukan sahur dan berbuka puasa di rumah 96 persen dan hanya sebagian kecil saja 4 persen responden yang melakukan aktivitas bersama keluarga di saat berbuka puasa.

Frekuensi Melakukan shalat berjamaah Bersama Keluarga

Di bulan Ramadhan, shalat berjamaah menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kebiasaan yang dilakukan bersama dengan keluarga. Di masa pendemi Covid 19, pemerintah menganjurkan untuk setiap anggota keluarga melakukan shalat berjamaah khususnya tarawih di rumah masing-masing. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan untuk memutus mata rantai penularan covid 19.

Untuk kegiatan shalat berjamaah umumnya shalat yang dilakukan secara berjamaah yaitu shalat subuh, magrib, dan isya yang dirangkaikan dengan solat tarawih dan witir. Aktivitas setiap anggota keluarga yang berbeda-beda seperti bekerja di luar rumah menjadikan frekuensi shalat berjamaah dirumah tidak dapat dilakukan dalam 5 waktu. Meskipun begitu shalat juga dapat dilakukan secara mandiri dimana saja sesuai dengan waktu shalat yang telah ditetapkan dengan tetap memperhatikan syarat wajibnya.

Semangat berbagi

Dalam agama, keyakinan memiliki kekuatan absolut untuk mengggerakkan jiwa sosial dan spiritual. Olehnya, kekuatan ini cederung menjadikan aspek-aspek finansial dan spiritual menjadi pilihan berikutnya. Dalam Al Quran disebutkan, barang siapa yang menyelamatkan seorang manusia, maka dia telah menyelamatkan seluruh umat manusia.

Berkenaan dengan hal tersebut, sekalipun dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, masyarakat di Kota palu yang menjadi responden tetap memiliki semangat berbagi. Ini terlihat dari hasil survei yang menunjukkan terdapat 24 persen responden yang menyatakan sering dan selalu memberi sedekah. Kendati demikian, masih ada 76 persen responden yang jarang dan kadang-kadang melakukan sedekah. Hal ini bisa disebabkan karena pendapatan ekonomi yang didapatkan untuk memenuhi kebutuhan prioritas keluarga berkurang. Alasan lainnya adalah rerata pendapatan responden memang hanya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Pandemi virus korona ditengah situasi ramadhan kali ini kohesi hubungan antaranggota keluarga cukup erat dan intim, namun yang harus dijaga adalah kepedulian terhadap sesama dan kohesi sosial jangan sampai renggang akibat kebijakan social distancing oleh pemerintah. Hal ini dapat disiasati dengan selalu memupuk silaturahmi dengan memanfaatkan semua akses khususnya perjumpaan dan komunikasi melalui dunia virtual.

182 views