Mantap, BKKBN Sulteng Gandeng Chef ternama pada lokakarya Cegah Stunting

Palu – Dalam upaya percepatan penurunan angka prevalensi stunting, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah dipilih oleh pusat untuk menjadi salah satu provinsi yang melaksanakan lokakarya pemanfaatan pangan lokal nusantara tahun 2021 dengan tema Pembelajaran Pemanfaatan Pangan Lokal Nusantara Guna Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (9/12/2021).

Lokakarya ini menghadirkan chef Mudiono yang sudah malang melintang dari hotel-hotel diseantero nusantara. Mudiono, yang sekarang menjabat Executive Chef di Hotel Sutan Raja Palu menuturkan sangat senang diundang menjadi pembicara sekaligus diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan tips bagaimana cara memasak yang baik dan menarik. Selain ahli masak, BKKBN Sulteng juga menghadirkan 2 narasumber ahli gizi, Putu Candriasih, SST., M.Kes (Ketua Jurusan Gizi Poltekes Kemenkes Palu) dan ahli kuliner Fais Arfianto, SH, yang juga Owner RM Radja Penyet Mas Fais.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Dra. Maria Ernawati, M.M. Erna, sapaan Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, menjelaskan bahwa Sulawesi Tengah terpilih dari 34 provinsi menjadi 1 dari 20 provinsi yang dipilih oleh pusat untuk melaksanakan lokakarya pemanfaatan pangan lokal nusantara, dimana Sulawesi Tengah ada banyak potensi tanaman pangan lokal yang bergizi, seperti bawang, kelor, dan lainnya. Sebelumnya, pemerintah menginginkan di tahun 2024 untuk menurunkan stunting dari 31% ke 14%. “Untuk itu kita harus sama-sama bergotong royong bahu-membahu untuk bekerja sama, bekerja keras, bekerja ikhlas bagaimana menangani stunting yang ada di Sulawesi Tengah, perlu lompatan besar, tidak hanya berlari tapi harus melompat karena dari 31% ke 14% bukan hal yang mudah” ujar Erna.

Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari berbagai macam profesi ini diisi dengan penjelasan materi dan sesi tanya jawab dari narasumber, serta praktik memasak makanan yang baik untuk memenuhi gizi dan nutrisi seimbang dengan menggunakan bahan pangan lokal yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar. Menu yang dimasak antara lain yaitu menu untuk ibu hamil, menu untuk ibu menyusui dan menu makanan pendamping ASI (MPASI), yang mana masing-masing terdiri dari 2 resep dari setiap menunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.